You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Senyiur
Logo Desa Senyiur
Senyiur

Kec. Keruak, Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Selamat Datang diWebsite Resmi Desa Senyiur Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur NTB

Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak, Sekaligus Pengukuhan Forum Anak "GANDI" di Desa Senyiur

SYARIF HIDAYATULLAH 10 September 2025 Dibaca 624 Kali
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak, Sekaligus Pengukuhan Forum Anak "GANDI" di Desa Senyiur

Senyiur – Pemerintah Desa Senyiur bersama mahasiswa KKN Tematik ITSKES Muhammadiyah Selong menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Forum Anak Komite GANDI (Generasi Z Anti Nikah Dini), Senin (8/9/2025).

Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Senyiur tersebut diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu, remaja, hingga anak-anak usia sekolah SMP/MTs sampai MA/SMA sederajat.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama mahasiswa KKN Tematik ITSKES Muhammadiyah Selong dengan Pemerintah Desa Senyiur dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur.

Kepala Desa Senyiur, Deri Herjan, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap terbentuknya Forum Anak Komite GANDI.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif adik-adik mahasiswa KKN Tematik ITSKES Muhammadiyah Selong dalam menyelenggarakan kegiatan ini dan membentuk forum anak Komite GANDI. Ke depan forum anak ini akan terus kita bina agar bisa berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Deri Herjan berharap forum ini dapat menjadi motor penggerak dalam kampanye anti nikah dini di kalangan remaja.

“Harapannya, forum anak Komite GANDI ini bisa membantu pemerintah desa dalam mensosialisasikan gerakan anti nikah dini kepada teman-teman mereka di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Sehingga angka pernikahan dini di Desa Senyiur bisa terus ditekan,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk melindungi perempuan dan anak, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan di lingkungannya.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image